Relaunching AMANAH Aceh Perkuat Strategi Pengembangan Pemuda Adaptif dan Inovatif

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Banda Aceh – Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), Syaifullah Muhammad membuka secara resmi kegiatan Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH.

Kegiatan diikuti sebanyak 26 anak muda Aceh dari berbagai daerah dengan narasumber akademisi Universitas Syiah Kuala, penulis produktif, serta trainer dan public speaker di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan, Said Muniruddin. Kegiatan berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar, mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan.”

banner 336x280

Dalam sambutannya, Syaifullah mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka terpilih yang telah melalui proses seleksi dari puluhan pendaftar terbaik di seluruh Aceh. Dia juga menyampaikan pentingnya kehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh.

“Pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dengan semangat cinta tanah air,“ ucapnya.

Sebelumnya, Syaifullah juga melakukan pertemuan dengan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman. Pertemuan membahas pentingnya perubahan pendekatan dalam menangani persoalan pemuda serta penguatan pembinaan generasi muda di tengah meningkatnya kerentanan sosial.

Syaifullah mengatakan generasi muda Aceh tidak kekurangan potensi, namun masih terbatas dalam hal ruang pengembangan diri. Energi dan kreativitas yang tidak tersalurkan berpotensi mendorong munculnya perilaku destruktif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi itu menjadi produktivitas dan daya saing. Hal ini membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujarnya di ruang kerja Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Prof. Mujiburrahman mengungkapkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Kampus harus bertransformasi menjadi pusat inovasi yang terbuka dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi ruang akademik. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi dan kolaborasi bagi generasi muda,” kata Rektor.

Pada pertemuan ini, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi melalui berbagai program konkret, seperti pelatihan berbasis industri kreatif, inkubasi kewirausahaan, serta perluasan jejaring global bagi pemuda Aceh. Selain itu, pembinaan juga diarahkan pada penguatan pola pikir berkembang (growth mindset) guna membentuk generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan UIN Ar-Raniry berharap dapat membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus mengarahkan potensi mereka ke kontribusi nyata bagi daerah maupun tingkat global. Langkah ini dinilai penting seiring besarnya bonus demografi di Aceh. Tanpa pengelolaan yang tepat, dominasi penduduk usia muda berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial. [*]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.