Tokoh Adat Papua Kecam Aksi OPM, Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Ditoleransi

oleh -0 Dilihat
banner 468x60

Papua — Tokoh adat Papua mengecam aksi penembakan terhadap tiga warga sipil yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, norma adat, serta upaya mewujudkan keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.

banner 336x280

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ancaman penembakan maupun tindakan kekerasan lainnya.

“Kami mengutuk aksi penembakan tersebut karena tidak manusiawi. Aparat pemerintah hadir di Papua untuk membantu masyarakat melalui program-program pemerintah yang dibawa. Karena itu, para tokoh adat harus menjadi payung bagi kehadiran aparat pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Nikodemus.

Ia juga mengajak para tokoh adat untuk berperan aktif menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, tokoh adat memiliki kedudukan penting dalam mengedepankan nilai-nilai perdamaian, meredam potensi konflik, serta mendorong masyarakat menyelesaikan persoalan melalui cara-cara yang damai.

Senada dengan itu, Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, menyayangkan terjadinya penembakan terhadap tiga warga sipil tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar aktivitas warga dapat berlangsung dengan tenang.

Nikson juga meminta kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang membutuhkan penguatan pengamanan. Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan untuk mencegah terulangnya kekerasan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengimbau masyarakat adat di 67 desa atau kampung di wilayahnya agar turut menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung program pemerintah pusat.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat adat untuk mendukung program pemerintah pusat serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah kita masing-masing. Mari kita bersama-sama menciptakan Kabupaten Deiyai yang aman dan damai,” kata Bernard.

Para tokoh adat tersebut berharap seluruh elemen masyarakat mengedepankan dialog, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman dan damai. Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat menjalani kehidupan tanpa rasa takut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.