Sekolah Rakyat Perkuat Kesehatan dan Prestasi Siswa dari Keluarga Rentan

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat program Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan peningkatan kualitas kesehatan anak dari keluarga rentan. Program ini tidak hanya menyiapkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin, tetapi juga memastikan siswa memperoleh layanan kesehatan yang memadai agar mampu belajar secara optimal.

“Tahun ini, tahun pertama ini, kita akan meluluskan 453 siswa Sekolah Rakyat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

banner 336x280

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, ratusan siswa tersebut terdiri atas 329 siswa sekolah dasar, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA. Seluruh siswa telah menjalani asesmen sebelum mengikuti ujian akhir sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran dan kesiapan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Ini sesuai arahan Presiden agar lulusan Sekolah Rakyat punya masa depan lebih jelas. Lulusan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau menjadi pekerja terampil,” jelas Gus Ipul.

Di sisi lain, pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan siswa. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak sekolah sekaligus meningkatkan kemampuan belajar mereka di ruang kelas.

“Kami melihat banyak persoalan kesehatan anak usia sekolah yang selama ini luput terdeteksi, mulai dari anemia, kebugaran fisik, hingga gangguan penglihatan. Hasil CKG tahun 2025 menunjukkan 60,69 persen anak mengalami kurang kebugaran fisik,” ungkapnya.

Qodari menjelaskan, persoalan kesehatan tersebut berdampak langsung terhadap konsentrasi belajar dan prestasi siswa. Pemerintah juga menemukan sekitar 27 persen anak usia sekolah mengalami anemia yang berpotensi menghambat tumbuh kembang serta kemampuan akademik mereka.

“Hingga 3 Mei 2026, pemerintah telah melakukan screening kesehatan terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah seluruh Indonesia. Dari pemeriksaan itu ditemukan 41 persen anak mengalami gigi berlubang,” jelas Qodari.

Selain masalah kesehatan gigi, pemerintah juga menemukan 22,1 persen anak mengalami peningkatan tekanan darah dan 8,6 persen mengalami penumpukan kotoran di telinga. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar siswa di sekolah.

“Melalui sekolah, negara hadir menjemput bola agar seluruh anak mendapat layanan kesehatan dasar yang sama,” tutur Qodari.

Pemerintah berharap integrasi antara pendidikan dan layanan kesehatan melalui Sekolah Rakyat serta program CKG dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Dengan dukungan kesehatan yang lebih baik, siswa dari keluarga rentan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.