Ramadan Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Tangkal Radikalisme

oleh -11 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Semangat persatuan dan harmoni antarumat beragama menguat di Ibu Kota Nusantara dalam kunjungan kerja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN.

Momentum Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai ruang konsolidasi nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi.

banner 336x280

Kehadiran Menteri Agama menegaskan bahwa pembangunan Nusantara beriringan dengan penguatan toleransi, pelayanan publik, serta pembentukan ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang melampaui dimensi ibadah mahdhah, sehingga harus menjadi simbol persatuan bangsa, termasuk menolak ancaman radiikalisme yang kerap menyusup melalui ruang-ruang keagamaan.

“Masjid ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Pesan tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan moderasi beragama sebagai strategi nasional dalam merawat kebinekaan. Ramadan dinilai sebagai momentum paling efektif untuk memperluas narasi Islam rahmatan lil alamin yang menyejukkan dan inklusif.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa Ramadan 2026 harus dijadikan momentum memperkuat persatuan nasional. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan bahan polemik yang kontraproduktif.

“Yang paling penting, umat Islam harus saling menghormati perbedaan ini karena berangkat dari keyakinan dan metodologi masing-masing. Jangan mengaburkan esensi Ramadan dengan polemik yang tidak produktif,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat ibadah sekaligus memperluas rasa toleransi dan persaudaraan lintas iman.

Di sisi lain, semangat serupa tercermin dalam Safari Ramadan yang digelar Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Masjid At-Taqwa Rimbo Kedui, Kabupaten Seluma.

Di hadapan jemaah, Helmi mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga persatuan.

“Pada Safari Ramadan ini, marilah kita pupuk tali silaturahmi. Jangan bercerai-berai, tetapi harus bersatu mewujudkan Bumi Merah Putih yang maju,” ujarnya.

Ajakan tersebut mempertegas bahwa pendekatan yang mengedepankan dialog serta penguatan moderasi beragama dinilai lebih efektif dalam menciptakan suasana damai di bulan Ramadan.

Dengan demikian, Ramadan 1447 Hijriah diharapkan menjadi tonggak memperkuat harmoni, dan memastikan Indonesia tetap kokoh sebagai rumah bersama yang damai dan berkeadaban.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.