Penguatan SDM Hilir Jadi Fokus Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional dengan menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor hilir minyak dan gas bumi sebagai prioritas strategis. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan menuju kedaulatan energi nasional di tengah dinamika transisi energi global.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan komitmennya dalam membangun kompetensi SDM hilir migas secara terintegrasi melalui kolaborasi antara regulator, badan usaha, dan institusi pendidikan. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa SDM memegang peran sentral sebagai penggerak utama sektor energi nasional.

banner 336x280

“SDM bukan sekadar aset tetap, melainkan penggerak utama yang mampu memimpin Indonesia mencapai kedaulatan energi,” ujar Wahyudi dalam keterangan pers di Jakarta.

Ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda untuk terlibat aktif di sektor hilir migas melalui penguatan kapasitas akademik dan keterampilan praktis. “Sangat penting menjadi generasi muda yang secara akademik cukup dan layak untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di lingkungan kerja, termasuk di hilir migas,” lanjutnya.

Menurut Wahyudi, pengembangan SDM perlu ditopang kurikulum berbasis kebutuhan riil di lapangan, dengan pendekatan studi kasus dan pemanfaatan teknologi informasi. Ia juga mendorong badan usaha hilir migas berperan aktif melalui program magang, beasiswa, serta penyerapan lulusan secara lebih luas dan terstruktur.

Sejalan dengan itu, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama menyoroti bahwa sektor migas saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari transisi energi ramah lingkungan, pemeliharaan fasilitas lama, hingga disrupsi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Karena itu, ia menilai kompetensi SDM hilir harus diperluas, tidak hanya pada aspek teknis operasional, tetapi juga kemampuan adaptasi regulasi, literasi digital, dan kepemimpinan.

“Transformasi SDM bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat secara energi di tengah perubahan zaman,” kata Rachmat.

Dari sisi pendidikan vokasi, Direktur PEM Akamigas Erdilla Indriani menegaskan komitmen lembaganya dalam menyiapkan lulusan siap industri melalui kurikulum berbasis capstone project dan sertifikasi kompetensi. Pihaknya juga membuka ruang besar bagi dosen praktisi dari industri untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Kami membutuhkan dosen praktisi untuk berbagi pengetahuan, baik secara daring maupun luring. Kami ingin mahasiswa belajar dari mereka yang berkecimpung langsung di industri migas,” ujarnya.

Penguatan SDM hilir ini menjadi bagian penting strategi nasional, agar sektor energi tidak hanya kuat dari sisi infrastruktur, tetapi juga unggul dalam kapasitas manusia pengelolanya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.