Paket Stimulus Pemerintah Dinilai Jadi Bantalan Penting Hadapi Tekanan Global

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta — Paket stimulus ekonomi Semester II-2026 yang diluncurkan pemerintah dinilai menjadi bantalan penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan global. Ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta fluktuasi harga pangan dan energi masih menjadi tantangan yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai sekitar Rp7,8 triliun yang mencakup 10 program utama. Kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga optimisme masyarakat dan dunia usaha.

banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan paket stimulus ini diarahkan untuk mendorong konsumsi masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi pada semester kedua tahun 2026.

“Stimulus ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Paket stimulus tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, perpajakan, pengembangan sumber daya manusia, hingga dukungan bagi industri nasional. Beberapa program yang disiapkan antara lain diskon tarif transportasi pada masa libur sekolah dan akhir tahun, insentif pajak bagi penulis, program magang nasional, program vokasi, serta sejumlah insentif fiskal untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, penguatan permintaan domestik menjadi fokus utama pemerintah dalam penyusunan paket stimulus. Karena itu, berbagai kebijakan yang mendorong konsumsi rumah tangga dan mobilitas masyarakat terus diperkuat.

“Kalau yang biasa-biasa kan mengenai insentif fiskal. Kalau yang bantuan pangan gitu-gitu sudah pasti kan. Ya artinya untuk memperkuat demand kan dari sisi demand-nya. Kalau dari sisi supply-nya ya beberapa PPN DTP,” ujarnya.

Selain menjaga daya beli, pemerintah juga memberikan perhatian pada peningkatan mobilitas masyarakat melalui diskon tarif transportasi. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah, khususnya pada periode liburan yang biasanya menjadi penggerak konsumsi masyarakat.

Paket stimulus tersebut dinilai relevan sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan ekonomi global. Melalui kombinasi insentif fiskal, bantuan sosial, dukungan transportasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun 2026.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.