Jawa Timur- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus diperkuat pemerintah sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Kehadiran KDKMP tidak hanya diposisikan sebagai lembaga ekonomi semata, melainkan juga sebagai pusat layanan sosial dan ekonomi terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara langsung di tingkat desa. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memutus ketergantungan masyarakat terhadap rantai distribusi yang panjang dan merugikan petani maupun pelaku usaha kecil.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bagian dari percepatan pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi. Prabowo menyatakan bahwa koperasi desa akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang dilengkapi berbagai fasilitas penting. “Akan ada gerai lembaga keuangan di Kopdes ini. Dengan Kopdes ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, punya kekuatan sendiri,” ujar Prabowo saat peresmian operasional koperasi tersebut.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dibangun untuk mengembalikan kekuatan ekonomi kepada masyarakat desa sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia menyebut koperasi harus menjadi pusat layanan ekonomi terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“KDKMP disiapkan sebagai pusat layanan ekonomi terpadu, mulai dari penyaluran pupuk subsidi, LPG, sembako murah, kredit murah, layanan logistik bersama Pos Indonesia, penyerapan gabah petani, penyaluran bantuan pemerintah, hingga layanan apotek dan kebutuhan dasar masyarakat desa,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangan resminya.
Menurut Zulhas, keberadaan koperasi juga menjadi solusi konkret dalam memutus ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak, rentenir, maupun akses pasar yang tidak adil. Ia menilai selama ini petani, nelayan, dan pelaku UMKM kerap menghadapi persoalan distribusi dan pembiayaan yang menghambat peningkatan kesejahteraan mereka. Karena itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan KDKMP di berbagai daerah.
Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Dengan sistem layanan yang terintegrasi, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekonomi, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan sosial masyarakat desa. Upaya tersebut dinilai akan memperkuat kemandirian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan pemerataan pembangunan














