Manokwari – Upaya menjaga kelestarian hutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi terus menjadi bagian penting dari arah pembangunan nasional, termasuk di Papua. Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai semakin menunjukkan hasil positif di berbagai wilayah.
Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan pembangunan yang menempatkan hutan sebagai modal strategis bagi masa depan bangsa. Di Papua Barat, arah pembangunan daerah selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan tata ruang wilayah. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam yang tepat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Semua konsep pembangunan harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW),” ujar Dominggus.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai tata ruang wilayah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan yang menjadi aset strategis Papua Barat. Pendekatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang semakin mengutamakan ekonomi hijau sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Keberhasilan menjaga kawasan hutan sambil mendorong aktivitas ekonomi produktif menunjukkan bahwa pembangunan dan konservasi dapat berjalan beriringan. Berbagai program penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan investasi berkelanjutan, serta perlindungan terhadap masyarakat adat menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.
“Saya tidak mau tinggalkan air mata untuk anak cucu kita. Tapi, tinggalkan mata air buat mereka. Maka, pembangunan daerah tidak boleh merusak hutan,” kata Dominggus.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha, dan organisasi lingkungan turut memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di Papua. Sinergi tersebut menjadi contoh bagaimana pengelolaan sumber daya alam dapat menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Dengan arah pembangunan yang semakin terintegrasi antara aspek ekonomi dan ekologi, Papua tidak hanya berperan sebagai benteng kelestarian hutan tropis Indonesia, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung ketahanan nasional. Keberhasilan menjaga keseimbangan tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan ekonomi dapat dicapai tanpa mengabaikan kelestarian alam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor pembangunan berkelanjutan di tingkat global.














