JAKARTA – Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah penguatan industri bahan bangunan nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Distribusi 2,4 juta genteng produksi Majalengka menandai pengembangan pasar bagi perajin lokal serta dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa distribusi genteng melibatkan sekitar 600 truk untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Program tersebut terintegrasi dengan kegiatan rehabilitasi rumah, dukungan pemerintah daerah, serta kolaborasi bersama pengembang.
“Ini melibatkan banyak orang. Saya minta semuanya dipersiapkan secara detail, mulai dari jumlah genteng, kualitas, waktu pengiriman, sampai dengan kesiapan sopir, tenaga kerja, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Maruarar.
Ia menjelaskan, sebanyak 34 pelaku UMKM genteng Majalengka telah memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Peningkatan kualitas produk menjadi bagian penting dalam memperluas akses pasar industri lokal.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menilai Gentengisasi membawa peluang kebangkitan bagi sentra industri genteng Jatiwangi yang memiliki sejarah panjang sebagai penghasil material bangunan.
“Setelah ada program gentengisasi dari Bapak Presiden, Jatiwangi mulai bergairah kembali. Ini momentum yang sangat bagus untuk mengembalikan kejayaan genteng Jatiwangi,” ungkap Herman.
Menurutnya, penguatan produksi dan standardisasi memberikan manfaat bagi perajin sekaligus masyarakat yang membutuhkan material bangunan berkualitas.
“Sehingga sangat layak untuk masuk pasar dan tentu ini akan menguntungkan semua pihak. Perajinnya diuntungkan, di sisi lain masyarakat juga akan mendapatkan genteng yang jauh lebih baik,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan pemilik usaha Genteng SKM Sokka di Kebumen, Dian, yang memandang Gentengisasi sebagai peluang memperluas permintaan produk daerah.
“Kalau permintaan meningkat tentu akan sangat membantu para perajin. Bukan hanya usaha kami yang berkembang, tetapi juga tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksinya bisa ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.
Gentengisasi memperlihatkan keterkaitan antara pembangunan perumahan dan penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui peningkatan kualitas produksi, perluasan distribusi, serta keterlibatan UMKM, program ini diharapkan membuka pasar berkelanjutan, memperkuat lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat.












