Oleh: Aziz Rahman *)
Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Indonesia. Kenaikan harga properti, keterbatasan uang muka, serta akses pembiayaan yang belum sepenuhnya ramah bagi pekerja muda membuat impian memiliki rumah kerap tertunda. Di sisi lain, kebutuhan hunian terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk usia produktif yang mulai memasuki fase membangun keluarga dan kehidupan yang lebih mapan. Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 menjadi terobosan yang patut diapresiasi karena menghadirkan solusi yang lebih inklusif melalui pilihan hunian dan skema pembiayaan yang semakin mudah dijangkau.
Lebih dari sekadar pameran properti, Danantara Housing Expo mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perumahan yang melibatkan BUMN, pengembang, lembaga keuangan, dan industri asuransi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyediaan hunian bukan lagi dipandang sebagai urusan sektor properti semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor riil. Di tengah kondisi ekonomi yang relatif stabil dengan inflasi yang tetap terkendali dan iklim investasi yang terus dijaga, pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah sebagai salah satu kebutuhan dasar.
Optimisme tersebut disampaikan Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang menilai penyediaan hunian terjangkau merupakan investasi sosial sekaligus investasi ekonomi jangka panjang. Menurutnya, generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, membutuhkan akses kepemilikan rumah yang lebih mudah agar dapat membangun masa depan yang lebih pasti. Karena itu, Danantara Housing Expo dirancang bukan sekadar sebagai ajang promosi, tetapi sebagai wadah yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan pembiayaan yang kompetitif melalui kolaborasi lintas sektor.
Rosan juga berpandangan bahwa semakin luas pilihan pembiayaan yang tersedia, semakin besar peluang masyarakat untuk memiliki rumah sesuai kemampuan finansialnya. Ia menilai sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan lembaga pendukung lainnya menjadi fondasi penting dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah sekaligus memperkuat sektor properti sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan penyediaan hunian tidak hanya diukur dari banyaknya rumah yang dibangun, tetapi juga dari kemudahan masyarakat untuk mengakses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat oleh Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Dyah Rahadyannie, yang menyampaikan bahwa perusahaan menghadirkan delapan proyek hunian berkelanjutan dalam Danantara Housing Expo 2026. Menurutnya, proyek-proyek tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang berkualitas, nyaman, serta memiliki akses yang baik terhadap pusat kegiatan ekonomi dan fasilitas publik. Dyah menegaskan bahwa pembangunan perumahan saat ini harus mengedepankan kualitas lingkungan, efisiensi pembangunan, dan keberlanjutan kawasan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi penghuninya.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan lembaga pembiayaan merupakan kunci dalam memperluas kepemilikan rumah. Dengan berbagai insentif dan kemudahan pembiayaan yang ditawarkan melalui Danantara Housing Expo, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mewujudkan kepemilikan hunian tanpa menghadapi beban finansial yang berlebihan. Menurutnya, sinergi tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan proyek perumahan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain aspek penyediaan rumah, penguatan perlindungan bagi debitur juga menjadi bagian penting dari ekosistem perumahan. Plt. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, menjelaskan bahwa kehadiran IFG Life dalam Danantara Housing Expo bertujuan memperkuat pembiayaan perumahan melalui penyediaan asuransi jiwa kredit. Menurutnya, perlindungan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat maupun lembaga pembiayaan apabila terjadi risiko selama masa kredit berlangsung, sehingga kepemilikan rumah menjadi lebih aman dan memberikan rasa tenang bagi keluarga.
Fabiola juga berpandangan bahwa keberhasilan pembiayaan perumahan tidak hanya ditentukan oleh kemudahan memperoleh kredit, tetapi juga oleh adanya perlindungan yang memadai. Sinergi antara industri asuransi, perbankan, pengembang, dan pemerintah diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat pertumbuhan sektor properti nasional. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dari berbagai kelompok pendapatan.
Berbagai inovasi dalam Danantara Housing Expo, mulai dari pilihan hunian subsidi dan non-subsidi, kemudahan pembiayaan, hingga perlindungan asuransi yang terintegrasi, menunjukkan komitmen pemerintah menghadirkan akses kepemilikan rumah yang lebih inklusif. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pengembang, lembaga keuangan, dan industri asuransi tidak hanya membuka peluang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor properti dan perekonomian nasional. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus menghadirkan solusi nyata guna mewujudkan masa depan hunian Indonesia yang lebih berkelanjutan dan menyejahterakan.
*) Penulis merupakan Pengamat Sosial














