SENTANI Tokoh adat Papua mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi maupun aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga diminta mengedepankan sikap bijaksana serta tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu keresahan maupun merugikan diri sendiri dan lingkungan.
Imbauan tersebut disampaikan sejumlah Ondofolo di Kabupaten Jayapura yang menekankan pentingnya masyarakat adat bersama-sama menjaga kedamaian dan ketenteraman wilayah. Para tokoh adat mengingatkan bahwa stabilitas keamanan di Tanah Papua merupakan kepentingan seluruh elemen masyarakat, sehingga setiap ajakan perlu disikapi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh.
Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, meminta masyarakat Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura tidak mengikuti kegiatan KNPB yang dinilai berpotensi berujung pada tindakan anarkis. Menurutnya, masyarakat perlu mempertimbangkan dampak dari setiap aktivitas terhadap keamanan serta kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Saya mengimbau kepada masyarakat umum yang ada di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura untuk tidak ikut dalam kegiatan aksi provokasi, jangan sampai ujung-ujungnya terjadi tindakan anarkis yang justru merugikan kita semua, kata Harly.
Harly menegaskan, perdamaian di Tanah Papua harus dijaga bersama tanpa membiarkan masyarakat terpecah oleh kepentingan kelompok tertentu. Ia mengajak warga mengedepankan persatuan dan menciptakan kehidupan sosial yang aman.
Tujuan kita satu, bagaimana membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan damai di Tanah Papua, ujarnya.
Senada, Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, menilai masyarakat adat tidak seharusnya terseret dalam agenda KNPB yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa aktivitas kelompok tersebut tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat adat Papua.
Walaupun mengatasnamakan masyarakat Orang Asli Papua, tapi dari adat kami mengatakan tidak, itu hanya keinginan sekelompok orang, tegas Marthen.
Marthen juga mengingatkan masyarakat agar lebih memprioritaskan keluarga dan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat nyata. Lebih baik urus diri, urus istri dan anak, serta mencari makan daripada mengikuti kegiatan yang tidak menguntungkan, ucapnya.
Sementara itu, Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, mengingatkan masyarakat agar penyampaian pendapat tetap dilakukan dengan menghormati hukum dan norma adat. Ia mengajak seluruh warga menjaga ketertiban agar kehidupan sosial di wilayah adat Jayapura tetap aman, damai, dan kondusif.










