Tokoh Adat dan Pemuda Papua Serukan Jaga Kedamaian HUT RI dan Tolak Provokasi Demonstrasi

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Yohanes Wandikbo )*

Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, seruan untuk menjaga kedamaian dan ketertiban semakin menguat dari Tanah Papua. Tokoh adat dan tokoh pemuda di sejumlah wilayah Papua mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif sekaligus tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi maupun ajakan demonstrasi yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

banner 336x280

Imbauan tersebut menjadi relevan menjelang rencana aksi penyampaian pendapat yang disebut akan berlangsung pada 15 Agustus 2026. Para tokoh masyarakat menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, pelaksanaannya perlu tetap mengedepankan ketertiban, kedamaian, etika, serta memperhatikan kepentingan masyarakat luas agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas sosial dan ekonomi.

Di Kabupaten Jayapura, sejumlah pemimpin adat menyampaikan pesan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, mengimbau masyarakat Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura untuk tidak mengikuti kegiatan yang berpotensi berujung pada tindakan anarkis. Menurutnya, kerukunan yang selama ini terbangun harus dijaga agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.

Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, juga mengajak masyarakat lebih mengutamakan keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Ia menilai masyarakat perlu berhati-hati terhadap kegiatan yang tidak memberikan manfaat nyata dan justru berpotensi menimbulkan persoalan. Sebagai pemimpin adat, Marthen menegaskan pentingnya menjaga masyarakat dari tindakan yang dapat mengarah pada kerusuhan maupun anarkisme.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi tetap merupakan hak masyarakat sepanjang dilakukan dengan menghormati adat, norma, dan aturan yang berlaku. Menurutnya, aspirasi dapat disampaikan secara damai, tertib, santun, dan bermartabat. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan semangat demokrasi sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

Ajakan menjaga kedamaian juga disampaikan Ketua Peradilan Adat Dewan Adat Sentani sekaligus Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw. Ia mengajak seluruh masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang yang berdomisili di Kabupaten Jayapura untuk menjaga Tanah Papua sebagai rumah bersama. Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.

Pesan serupa disampaikan Tokoh Pemuda Papua Pegunungan, Melianus Asso, yang meminta masyarakat, khususnya generasi muda, lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menimbulkan keresahan.

Melianus juga mengajak masyarakat mendukung pemerintah dalam melanjutkan pembangunan daerah. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab seluruh elemen. Kondisi yang aman akan memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua.

Sementara itu, Ondofolo Heram Dasim Klewbeuw Sentani Timur, Yansen Ohee, mengajak masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Ia mengingatkan warga agar bijak menyikapi berbagai informasi dan ajakan, khususnya yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, stabilitas keamanan sangat penting bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas perdagangan, usaha, transportasi, dan pekerjaan harian.

Dari kalangan pemuda, Tokoh Pemuda Adat Tabi, Kundrat Tukayo, mengajak masyarakat mengarahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja serta memperkuat perekonomian keluarga. Ia menilai kegiatan produktif akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dibandingkan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan merugikan banyak pihak.

Seruan menjaga kedamaian juga datang dari Mimika. Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, mengajak masyarakat menyambut HUT ke-81 RI dengan suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan sikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Penguatan komunikasi lintas elemen menjadi perhatian Sekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak. Ia mendorong koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta tidak berkembang menjadi konflik.

Dukungan terhadap pembangunan dan program pemerintah turut disampaikan Ketua III Wilayah Awyu LMA Boven Digoel, Esebius Balio. Ia mengajak masyarakat mendukung berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Sementara itu, Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, menyampaikan apresiasi terhadap program pembangunan pemerintah dan berharap manfaat pembangunan terus diperluas bagi masyarakat.

Rangkaian imbauan para tokoh adat dan pemuda tersebut menunjukkan kuatnya kesadaran masyarakat Papua terhadap pentingnya menjaga kedamaian. Menjelang HUT ke-81 RI, keamanan dan ketertiban menjadi modal penting agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang, sementara pembangunan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.

Momentum kemerdekaan juga dapat menjadi kesempatan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Tanah Papua. Dengan menolak provokasi, menyaring informasi secara bijak, menghormati perbedaan pendapat, dan menyampaikan aspirasi secara tertib, masyarakat dapat menjaga ruang publik tetap aman sekaligus mendukung terciptanya pembangunan yang memberikan manfaat luas.

Seruan tokoh adat dan pemuda Papua pada akhirnya mempertegas bahwa kedamaian merupakan kepentingan bersama. HUT ke-81 RI diharapkan dapat berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan, sehingga masyarakat Papua dapat terus beraktivitas, bekerja, mengembangkan usaha, dan bersama-sama mendukung kemajuan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.