Jakarta – Pemerintah melalui Danantara terus mendorong percepatan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai kota besar di Indonesia, sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya volume sampah perkotaan yang kian kompleks.
Presiden Prabowo Subianto, melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Danantara diminta untuk mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di kota-kota besar seperti Jakarta serta Tangerang.
“Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program waste to energy [WtE] atau program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik [PSEL] di kota-kota besar dan padat penduduk. Seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” kata Teddy.
Sementara itu, Director of Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman mengatakan Danantara membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) yang berfungsi sebagai daftar prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi.
“Pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern,” ujarnya.
Proyek ini diproyeksikan membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja di sektor energi dan pengelolaan limbah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
“Seluruh proses pembangunan PLTSa akan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, termasuk kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang ketat. Jadi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.
Dengan mengolah sampah menjadi energi, volume limbah yang menumpuk dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mengurangi dampak lingkungan seperti pencemaran tanah dan emisi gas rumah kaca. Pengembangan PLTSa diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini menjadi solusi utama pengelolaan sampah.
Ke depan, percepatan pengembangan PLTSa menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kota-kota cerdas dan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah optimistis bahwa sinergi antara berbagai pihak akan mampu mempercepat realisasi proyek ini dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.












