Bali – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kian ditegaskan sebagai layanan kesehatan menyeluruh yang menjangkau masyarakat dari bayi hingga lanjut usia. Komitmen tersebut terlihat dalam momentum peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja di Kabupaten Buleleng, Bali, yang dimanfaatkan untuk menggelar Gebyar CKG guna meningkatkan partisipasi warga dalam deteksi dini kondisi kesehatan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan pemerataan layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi menegaskan bahwa semakin luas cakupan pemeriksaan kesehatan gratis, semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Semakin banyak masyarakat mulai dari bayi baru lahir sampai lansia ikut CKG tentu harapan hidup meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun, korelasinya indeks keluarga sehat di Buleleng meningkat,” ujarnya,
Gebyar CKG dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026 dan dipusatkan di Taman Kota Singaraja, serta dilaksanakan serentak di sejumlah kecamatan untuk menjangkau warga lebih luas.
“Mari masyarakat Buleleng datang beramai-ramai untuk datang CKG di lokasi terdekat, ajak keluarga, teman, pasangan hanya dengan membawa fotocopi KTP atau KIA,” ajak Ariadi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Buleleng Nyoman Budiastawan menyampaikan bahwa pada 2026 ditargetkan 46 persen masyarakat telah mengikuti CKG. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target tersebut.
“Program kesehatan ini bisa diwujudkan atas kerjasama seluruh pihak, serta stakeholder bersinergi, berkolaborasi mendukung secara penuh tanggung jawab agar target CKG tercapai, ini harapan kita bersama,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan masyarakat sehat sepanjang usia.
“Semangat for all people dan at all ages menjadi dasar kebijakan kesehatan nasional, yang menekankan bahwa layanan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat, dari bayi hingga lanjut usia,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Kesehatan adalah menyehatkan masyarakat Indonesia secara menyeluruh melalui pendekatan promotif dan preventif. Menurutnya, sepanjang 2025 program CKG telah diikuti sekitar 70 juta masyarakat sehingga pemerintah memperoleh gambaran kondisi kesehatan nasional.
“Yakni memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat. Fokus kebijakan tidak hanya pada jumlah pemeriksaan yang dilakukan, tetapi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara nyata,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Program CKG kini hadir sebagai layanan kesehatan komprehensif dari bayi hingga lansia. Melalui pemeriksaan berkala, edukasi hidup sehat, serta deteksi dini faktor risiko, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera sepanjang hayat.












